14 Juli 2026
Empat Puluh Struk, Satu Pemindaian, dan Bidang Unggah Minta 40 File
Yusuf memindai struk tiga bulan menjadi satu PDF 40 halaman, lalu harus memisahkan PDF tersebut menjadi berkas terpisah sebelum portal pengeluaran tutup. Inilah caranya.
Portal pengeluaran ditutup pada tengah malam di hari terakhir kuartal. Saat itu pukul 9:20 malam. Yusuf memiliki empat puluh struk, semuanya sudah dipindai, semuanya berada dalam satu PDF 40 halaman, dan sebuah bidang unggahan yang hanya menerima satu struk per baris. Empat puluh baris. Empat puluh berkas terpisah. Dia hanya punya satu berkas.
Memasukkan lembar-lembar kertas itu ke pemindai kantor memakan waktu sebelas menit. Membatalkan keputusan tersebut akan memakan waktu jauh lebih lama.
Satu Berkas Padahal Seharusnya Empat Puluh
Pemindai itu punya pemuat dokumen otomatis, dan Yusuf memakainya dengan cara yang paling jelas: menumpuk struk, menekan tombol hijau, lalu pergi. Yang kembali adalah scan_0731.pdf, 40 halaman, 18 MB, berisi setiap ongkos taksi dan sarapan hotel dalam urutan kronologis. Sempurna untuk manusia. Namun tidak berguna bagi sistem keuangan, yang menginginkan satu PDF per baris pengeluaran agar dapat melampirkan setiap struk ke entrinya masing-masing.
Insting pertamanya adalah memindai ulang struk itu satu per satu. Empat puluh kali pemindaian, empat puluh nama berkas, empat puluh peluang salah mengarsipkan makan malam di Berlin sebagai tiket kereta Munich. Dia baru menyelesaikan empat lembar sebelum akhirnya berhenti.
Berikutnya dia mencoba pembaca PDF di laptopnya. Aplikasi itu bisa mencetak ke PDF, artinya dia bisa mencetak halaman 5 ke berkas baru, lalu halaman 6, lalu halaman 7. Dialog cetak memakan waktu sekitar dua puluh detik setiap kali. Dia menghitung totalnya, lalu menutup aplikasinya.
Pencarian yang Seharusnya Dia Lakukan Sejak Awal
Dia mencari cara memisahkan PDF menjadi berkas terpisah, dan sudah siap mendarat di versi uji coba sesuatu yang akan meminta alamat email kantornya. Hasil pertama yang bukan iklan adalah MyTools. Tanpa pendaftaran, tanpa unduhan, tanpa apa pun yang perlu dia pertanggungjawabkan ke departemen IT yang punya banyak pendapat soal memasang perangkat lunak di laptop perusahaan.
Dia menyeret scan_0731.pdf ke halaman itu dan dokumennya langsung terbuka, keempat puluh thumbnail-nya terpampang semua.
Setiap Satu Halaman, Satu Berkas
Alat tersebut menawarkan tiga cara memotong PDF: berdasarkan rentang, dengan mengekstrak halaman tertentu, atau setiap N halaman. Yusuf tidak membutuhkan rentang. Dia membutuhkan versi paling sederhana dari pekerjaan itu, yaitu PDF baru pada setiap batas halaman.
Dia memilih "Setiap N", mengetik 1 di kotak jumlah halaman per berkas, dan alat itu memberitahunya apa yang akan dihasilkan sebelum benar-benar mengerjakannya: 40 PDF. Kalimat itulah bagian yang dia percayai. Satu jam terakhir dia habiskan untuk menebak-nebak apa yang akan dihasilkan sebuah dialog.
Dia menekan tombol pisah. Struk-struk itu tidak pernah meninggalkan laptopnya, dan dia menyadarinya terutama karena seluruh prosesnya selesai sebelum kipas laptop sempat berputar. Empat puluh berkas kembali dalam satu zip. Dia mengekstraknya ke desktop dan membuka tiga di antaranya secara acak. Halaman 12 adalah taksi dari bandara, berdiri sendiri, dengan orientasi yang benar.
Salah satunya, halaman 27, adalah kopi yang dia belikan untuk rekan kerjanya dan lupa dia klaim.
Diunggah Sebelum Pukul 9:50
Mengganti nama berkas justru memakan waktu lebih lama daripada memisahkannya. Dia menyusuri portal keuangan satu baris demi satu baris, mencocokkan setiap struk dengan entrinya, dan menekan kirim dengan sisa waktu lebih dari dua jam.
Zip tersebut berukuran total 18 MB, sama seperti berkas aslinya, jadi tidak ada yang dikompresi atau menurun kualitasnya di tengah prosesnya. Dua hasil pindaian hotel ukurannya melebihi batas per berkas yang disukai portal, dan dia melewatkannya lewat kompresor PDF sebelum mengunggahnya. Hanya itu satu-satunya langkah tambahan.
Apa yang Akan Dia Lakukan Berbeda di Kuartal Berikutnya
Ternyata tidak ada. Dia tetap akan menumpuk struk di pemuat dokumen dan menekan tombol hijau, karena memindai semuanya dalam satu kali jalan justru bagian yang cepat. Memisahkannya setelah itu kini hanya pekerjaan tiga puluh detik di sebuah tab browser, gratis, tanpa akun dan tanpa instalasi, dan bekerja dengan cara yang sama di ponsel yang selalu dia bawa di saku jaketnya.
Kalau suatu saat dia perlu melakukan yang sebaliknya, menyatukan kembali sekumpulan dokumen menjadi satu berkas, alat penggabung PDF hanya berjarak satu halaman di situs ini. Dan ketika dia hanya butuh beberapa halaman dari laporan yang panjang, mengekstrak halaman dari PDF lebih praktis daripada memisahkan seluruh dokumen.
Empat puluh struk, satu pemindaian, empat puluh PDF, dan kuartal yang ditutup tepat waktu. Coba Pisah PDF secara gratis →